Tulisan Untitled

9:27 PM Tameila 0 Comments


Apa yang ia katakan selalu benar. Selalu mengena pada dasar keras dalam pribadi saya. Ia selalu dapat mendongkrak apa yang melintang. Ia selalu dapat meluluhkan apa yang membeku. Tapi mengapa kini terasa sesak ? Bukan kah ia membebaskan sesuatu yang belum terbebas dalam diri saya yang sebelumnya tidak bebas dari sesuatu yang sebenarnya bebas ?

Oh Tuhan…terlalu angkuh kah diriku ini ?

Seketika senyumnya terasa ringan. Senyum saya mulai mengembang. Terasa angin sejuk menyapu kotoran dalam tempurung jiwa. Ya, yang saya butuhkan hanya pengakuan kalau saya angkuh untuk mengaku angkuh agar keangkuhan ini tak lagi tegak secara angkuh pada jiwa yang enggan untuk angkuh pada ketidakangkuhan dan keangkuhan yang ada.
09:24:40 pm
23-10-2008”

_dedicated : “Nge”, dari : buku Hijau.
:)

You Might Also Like

0 comments: