Virginitas = Rp 0,-

Zaman sekarang itu keperawanan murahIni tulisan yang saya temukan pagi ini di lemari buku. Tepatnya ini lembar ke sekian dari buku tulis saya yang kesekian. sumbar dengan bau virginitas yang saat itu ( sampai saat ini ) saya tidak mengerti apa esensinya.Sekarang yang ditanyakan bukan keperawanan itu masih ada apa nggak ?
Bocah ingusan puanya duit segepok juga bisa beli selaput dara dari cewek bohay
Yang harus ditanyakan itu,
masih punya harga diri apa tidak ?
Untuk ngukur harga wanita sekarang udah nggak tau harus dari mana ?
Dari selaput dara ?
Dari uang ?
Dari wajah ?
Gak ada yang ngejamin perempuan itu tidak jalang
Perempuan tidak jalang bisa lebih jalang
dari pelacur jalang dengan topeng ketidakjalangan
dari dunia yang tidak jalang yang ada dalam
kejalangan yang terselubung
Jadi apa yang berharga dari diri seorang wanita ?
Apa kehormatan itu ?
Bahkan mereka yang mengaku terhormat pun
tidak sehormat mereka yang diam akan kehormatan
Mereka yang menyuarakan tentang kehormatan pun
tidak mengerti tentang kehormatan
TAI KUCING !!
03 - 11 - 2008
10:33:00 a.m
_istirahat_
Saat saya tanya pada eyang - tahu - segalanya yang hidup di dunia ketiga, dia terjemahkan kalau virgin adalah kesucian. Lain dengan kalimat yang menyebutkan bahwa, "you are a virgin until you've had sexual intercourse with the member of the opposite sex." and another tells that, "a person, esp a woman, who has never had sexual intercourse."
Ketika kita mendengar kata "virgin" atau "kesucian" yang ada di benak kita adalah seorang wanita yang tertutup atau intinya adalah wanita yang belum pernah disentuh maupun "disentuh" oleh pria. Atau kalau ada persepsi lain, wanita itu belum pernah berhubungan sex dengan pria. Is it quite simple like that ? Bagaimana dengan mereka yang melakukan hubungan sex dengan sejenis ? Bagaimana dengan mereka yang hanya melakukan oral sex tanpa pernah menggunakan vaginanya ? Atau bagaimana bagi sebagian yang masih ketakutan untuk praktik sex secara langsung jadi hanya berimajinasi tentang sex saja ?
Duduk dalam satu meja dengan seorang wanita berjilbab panjang dan membicarakan tentang sebuah kesucian kemarin sore adalah hal yang menyenangkan. Dari mulutnya yang tipis tersungging senyum dan kalimat kalau kesucian baginya bukan dilihat dari seorang perempuan masih virgin atau tidak, tapi dari hatinya. Dia bilang, percuma kalau seorang wanita menjaga seluruh anggota tubuhnya tapi pikiran dan hatinya "main" ke mana - mana. Sounds nice, right ? Tapi apakah kaum Adam peduli dengan hati dan pikiran kaum Hawa ? Bukan kah yang mereka lihat hanya cover kami, apakah berpakaian sopan atau tidak, apakah selaput daranya masih utuh atau tidak, apakah bibirnya masih original atau tidak, dan apakah - apakah lain yang mengindikasikan bahwa saat malam pertama wanita yang dinikahinya belum pernah tejamah oleh pria lain.
Sepupu saya ada benarnya juga ( meski he's damn annoying ! ) kalau yang dilihat dari seorang laki - laki terhadap perempuan tak lain adalah fisiknya dulu. Masalah hati ??? Bisa di cek. Berapa pria yang menyampingkan kesucian raga seorang wanita dibanding dengan pure love yang dimiliki oleh wanita tersebut ? Even if pria itu masih stay dengan wanitanya yang udah nggak virgin, tapi nggak menampik juga kalau harga dari si wanita itu akan turun, bukan ? It's just a bullshit when a guy said that "I love you just the way you are, no matter how "dirty" you are. You're still the same in my heart, in my life, and for my love." ( hueeexxx ! )
Suddenly I ask to my self, "is it fair ?", "Apa indikator sebuah "virginity" hanya dapat dijawab dari pertanyaan, "Have you ever done a sex ?"", atau sebuah pertanyaan kurang ajar, "kamu masih perawan, Sayang ?" Saya berkata seperti ini bukan berarti wanita - wanita harus melepas virginitasnya secara suka rela. Bukan ! Kalau begitu caranya sama saja malah semakin menurunkan "harga" kita di mata pria. Namun ganjalan yang ada dalam hati saya adalah, "kenapa kesucian itu diukur dari selaput dara ? Bukan dari hati ?"
Saya pernah menanyakan hal itu pada seorang teman saya. Dia termasuk play boy cap jempol. Wajahnya tampan. Manis bahkan. Dompet bisa dikatakan lumayan untuk seorang play boy. Style oke. Jawabannya waktu itu simpel dan mengena. Katanya, "Kesucian wanita itu diukur dari dia masih perawan apa nggak karena itu menggambarkan bagaimana dia menjaga dirinya." Then my mom said that, "Sebajingan - bajingannya cowok tetap aja pengen yang suci untuk jadi istrinya." See ??? Sedangkan wanita hanya membutuhkan pria yang dapat bertanggung jawab secara finansial dan psikologis dalam berumah tangga ( terlepas dari segala idealisme harus seagama, harus satu suku, harus sederajat, dan lainnya yang meribetkan ). Setimpalkah "hal-yang-telah-kita-jaga" ini ditukar dengan sebuah "tanggung jawab" pria saat terdengar "Saya nikahkan ..... binti .... dengan mas kawin ...... " lalu semua orang berseru "saaaaaaahh !" ?
virginity is about nominal.
virginity is about money.
virginity is about men's responsibility.
virginity is like a balloon. you're happy have and play with it then when it got a prick, DAR !!!, you lose it.Then I ask you, no matter you're a guy or a womankind, does virginity mean purity ? what the eligibility of it for a woman ?

sebaik baiknya wanita adalah wanita yg solehah...,
ReplyDeletew suka tulisan lw,,
ReplyDelete:)
I really love this one!
ReplyDelete