Teori Audiensi ala mahasiswi "luar biasa"

9:08 PM Tameila 0 Comments

Di sini kami hanya ingin berbagi ilmu dan sangat boleh kalau kalian mau membaginya lagi dengan orang lain atau berbagi dengan kami. Kalau ada yang baik bisa diikuti, kalau ada yang jelek dibuang saja (tapi kami meragukan ada hal baik di sini).legalisasi

Teori Audiensi
Oleh : Gita dan Shofi
Asumsi – asumsi teori audiensi :

1. Muka kucel, mata sayup, kepala mengangguk – angguk tidak jelas (ditambah dengan nguap malu – malu) = orang yang merhatiin tapi otaknya nggak nyampe, sayangnya maksa untuk merhatiin jadinya blank.

2. Muka tidak karuan, mata merem – melek, kepala terjatuh – jatuh, nguap sudah tidak malu – malu lagi = emang dari awal nggak niat masuk, mau titip absen nggak tahu mau nitip siapa dan takut dimarahin kalau ketahuan (terpaksa masuk).

3. Mata berbinar, muka kucel, tidak bisa diam = orang yang heboh ngegosip (nggak sadar kalau sebenarnya dia sudah diperhatiin dosen) dan disinyalir gossipnya mengenai si dosen.

4. Mata berbinar, duduk resah gelisah, muka nggak karuan = (pantatnya gatel kali ya ?) orang yang lagi nunggu miracle di luar pintu kelas a.k.a cepet pulang.

5. Mata penuh tatapan damai, pandangan focus pada satu titik, duduk tenang, tangan di dagu atau sesekali corat – coret kertas = ngelamun cari inspirasi untuk sesuatu yang nggak pasti. Tipe ini opurtunis, daripada misuh – misuh di kelas mending ikhlas dan pasrah jadinya ngelamun hal – hal lain, misalnya “makan apa aku mala mini ?”

6. Mata berbinar, duduk tegak, selalu mengangguk saat si dosen menatap, tangan sibuk mencatat slide presentasi (yang padahal bisa di – copy), kalau dosen nanya sok – sok jawab, kalau dosen ketawa sok – sok ketawa = orang yang sok merhatiin padahal kalau ditanya temanya apa dia gelagapan (karena mata dan pikirannya nggak sinkron sebenarnya).

7. Wajah BT, tangan di dalam tas, menghela nafas berkali – kali, terus tiba – tiba gerasak – gerusuk = ada dua pilihan : a. lagi berantem lewat SMS / BBM sama pacar, b. Asik twitteran.

8. Duduk di pojokan, mata tak lepas dari binder di pangkuan = lagi asyik baca novel ya ? :D

9. Mata sayup, pandangan teduh, berpenampilan penuh dedikasi, wajah nggak karuan, duduk tegak (walau sedikit nggak nyaman) = seorang pendamping dosen (siapa pun itu) yang sedang perang batin, antara pengen garuk – garuk meja, ikut tidur kayak mahasiswa atau menunjukkan kredibilitasnya sebagai pendidik.

10. Mata berbinar, wajah paling segar, senyum paling lebar, nulis paling lancar, mampu memperhatikan jalannya proses belajar, peka terhadap lingkungan kelas, mampu menerka suara hati orang dari ekspresi = dua mahasiswi yang datang 1 jam setelah kelas dimulai. Awalnya bertekad untuk menebus kesalahan keterlambatan dengan aktif di kelas dan telah berjuang menembus hujan sambil membawa 2 paper. Namun sayangnya tekad bulat ini runtuh dalam waktu kurang dari 5 menit. Tau kenapa ?


Cheers,

Waktu pembuatan dirahasiakan.
NB : sejauh ini belum ada kritik. Jika ada kritik bisa dituliskan di bawah. Kalau ada kesalahan mohon maaf. Namanya juga sedang belajar. Jangan dianggap serius. Namanya juga becandaan. Di sini tidak ada maksud apa pun. Namanya juga iseng.



You Might Also Like

0 comments: