Where’s the better place ?
Di waktu ini dunia tidak membutuhkan aku
Dunia tidak membutuhkan kamu
Yang dibutuhkannya adalah kita
Aku sudah memberikan yang terbaik
Kamu sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan
Tapi kalau kita masih berbohong satu sama lain
Apakah dunia tidak akan meledak akan khianatnya kita ?
Hapus saja segala perjanjian itu
Kalau masih saja ada deru senapan di sana – sini
Ingkari saja pertemuan kita
Saat membahas indahnya sebuah perdamaian,
cinta kasih di tengah perbedaan,
dan berpegangan tangan demi kehidupan di depan
Mencoba menolong dunia dari bencana
tapi kita sendiri yang menciptakan kemelut
Saling tuduh akan sesuatu yang belum pasti
Meskipun sudah ada hitam di atas putih,
tidak bisakah jiwa ini melupakan apa yang telah terjadi ?
Nyawa memang harus dibayar nyawa
Kepala memang harus ditebus kepala
Darah memang harus disiram darah
Lalu ke mana kata “maaf” ?
Ke manakah terbangnya sebuah “perdamaian” ?
Malah dendam yang hinggap hingga merasuk ke tulang rusuk
Mendarah daging
Meracuni pikiran
Apakah kuasa menggelapkan kalian semua ?
Tulikah kalian dengan jeritan bayi kecil yang rindu ibunya ?
Masih bisa tertawa saat para papa merintih dengan tubuhnya yang ringkih ?
Sudikah kalian sejarah mencetak desir tank hilir mudik di sini ?
Atau letup senapan yang memecah pekatnya malam ?
Kalau memang perlu perang, perang lah
Kalau memang perlu bunuh, bunuh lah
Kalau memang perlu tumpas, tumpas lah
Kalau memang perlu berantas, berantas lah
Tapi tidak di langit mereka yang masih merindukan pelangi di tengah derasnya hujan badai
Where’s the better place for living ?
It’s so hard to find

0 comments: